Kamis, 24 September 2009

GAGAL JANTUNG

A. Pengertian
Gagal jantung adalah suatu keadaan ketidak mampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup keseluruhan tubuh guna memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.

B. Etiologi
1. Gangguan kontraktilitas, seperti :
a. Iskemik dan infark
• Regurgitasi mitral
• Regurgitasi aorta
b. Kardiomlopati dilatasi
2. Kelebihan beban tekanan (presure overload)
a. Hipertensi
b. Stenosis Aorta
3. Kelainan irama, seperti :
a. Ventrikel fibrilasi
b. Fluiter
c. Rachicandi
d. Bradicardi
e. Gangguan kenduksi

C. Tanda dan gejala
1. Sesak napas baik saat baring maupun aktivitas
2. Sianosis
3. Akral dingin
4. Gelisah
5. Oedema
6. Distensi vena leher
7. Kelelahan
8. Pusing
9. Sinchope
D. Patofisiologi
Fungsi jantung sebagai sebuah pompa dindikasikan untuk memenuhi suplay darah yang adequat keseluruhan tubuh untuk metabolisme tubuh baik daam keadaan istirahat maupun saat terjadi stres fisiologis.

Mekanisme mendasar dari gagal jantung adalah terjadinya gangguan kemampuan kontraktilitas jantung yang menyebabkan curah jantung lebih rendah.
Sebagai akibat gagal jantung tubuh akan mengaktivasi sistem mekanisme kompensasi melalui :
1. Peningkatan sistem syaraf simpatis
Meningkatnya aktivitas simpatis akan merangsang pengeluaran hormon oleh medula adrenal untuk melepas noor efineprin dari syaraf adrenergik jantung sehingga terjadi peningkatan kontraktilitas dan denyut jantung untuk mempertahankan curah jantung tetap stabil.

2. Peningkatan Sistem Renin Anglotensin Aldosteron
Aktivasi Renin Angiotensin Aldosteron dapat meningkatkan Aldosteron sehingga terjadi retensi natrium dan air oleh ginjal yang menyebabkan, urine output menurun. Akhirnya frekwensi jantung dan isi sekuncup meningkat akibat terjadi peningkatan volume darah sirkulasi dan aliran balik vena.

3. Peningkatan ADH oleh sistem Adrenal
Akibatnya juga meningkatkan retensi air sehingga urine output menurun, volume sirkulasi meningkat. Peningkatan volume sirkulasi akan menaikkan aliran balik vena ke jantung sehingga peelood juga meningkat yang akhirnya dapat meningkatkan tekanan hoarostatik kemudian terjdi oedema.

Intinya gagal jantung terjadi karena adanya peningkatan tekanan pengisian (preload) dan peningkatan beban akhir (aflerioad) sehingga tekanan atrium dan ventrikel kiri meningkat akibat dari kegagalan mekanisme kompensasi tubuh (jantung) untuk mempertahankan curah jantung.

E. Faktor Pencetus
1. Miocard infark
2. Hipertensi
3. Anemia
4. Febris dan infeksi
5. Artitmia
6. Stress

F. Penatalaksanaan
Prinsip penanganan gagal jantung adalah :
1. Mengurangi prelcad
Melalui pembarasan, cairan, masuk dan, pemberian diuritik
2. Mengurangi afterload
Dengan pemberian vasodilator (Ace Intipitor)
3. Meningkatkan kontraktifitas
Pemberian inchropic
Pengobatan non farmakologi
1. Diet RG
2. Dukungan istirahat
3. Manajemen stress
4. Aktivitas fisik
5. Perilaku sehat
6. Mengurangi BB

G. Pemeriksaan Penunang
1. Laboratorium
a. Hematologi : Hb. Ht. Leucosit
b. Elektrolit : K. Na. Cl dan mg
c. Gula darah
d. SGOT / SGPT
e. Ureum, kreatinin, BUN dan Urine lengkap
2. EKG
a. Gambaran penyakit jantung koroner : infak, iskemik
b. Pembesaran jantung
c. Aritmia
d. Gangguan konduksi

3. Radiologi
a. Gambaran pembesaran jantung
b. Kongesti lapangan paru
c. Oedema

H. Komplikasi
1. Oedema paru
2. Gagal napas akut
3. Syok kardiogenik
4. Asidosis

I. Diagnosis
Diagnosa ditegakkan berdasarkan pada :
1. Kriteria utama
a. Sesak napas saat baring (ortofnev)
b. Sesak napas saat aktivitas (Dyspnev on effort)
c. Kardiomegali
d. Peningkatan JVP
e. Adanya gallop

2. Kriteria tambahan
a. Oedema pergelangan kaki
b. Batuk
c. Hepatomegali
d. Effusi fleural
e. Taklkardi
3. Riwayat penyakit
a. Riwayat angina
b. Riwayat hipertensi
c. Riwayat infark miocard
d. Riwayat bedah jantung
e. Riwayat penyakit katup jantung dan penyakit jantung bawaan

4. Pemeriksaan fisik
a. Mata (konjungtiva, sklera)
b. Leher (JVP, bising arteri karotis)
c. Paru ( pergerakan, bentuk ddada dan pernapasan seperti irama suara napas, frekwensi, ronchi, krekels)
d. Jantung (TD, Nadi  irama, frekwensi dan isi, suara tambahan gallop)
e. Abdomen (acites, bising usus, kepatomegali)
f. Extremitas (akral dingin, oedema, sianosis)

5. Pemeriksaan penunjang
a. Laboratorium
b. EKG
c. Poto thorax
d. Radionuklir

6. Pengobatan
a. Divertik
b. Vasodiktor
c. Ace innibitor
d. Digitalis
e. Ooxygen
f. Inotropik



7. Diagnosa kepeprawatan yang mungkin muncul
a. Penurunan curah jantung berhubungan dengan menurunnya kontrakhlitas miocard
b. Pola napas tidak efektiv berhubungan dengan cemas, menurun komplain paru
c. Bersihkan jalan nafas tidak efektiv berhubungan dengan penumpukan cairan di alveoli
d. Gangguan keseimbangan cairan (kelebihan volume cairan) berhubungan dengan menurunnya aliran keginjal.
e. Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurangnya intake
f. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan curah jantung
g. Cemas berhubungan dengan kurangnya informasi tentang prosecti perawatan dan perkembangan penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar